Archive forSeni Tari

Orang Sunda Unik

Menjunjung Adat Istiadat – Provinsi Jawa Barat tersebut salah satu provinsi dengan banyak daerah di dalamnya. Hal tersebut membuat banyak budaya dan adat istiadat yang berasal dari berbagai daerah di provinsi ini. Nah, salah satu kebiasaan orang Sunda berikutnya adalah menjunjung tinggi adat istiadat tersebut. Hal ini sebenarnya adalah hal yang wajib dilakukan oleh setiap orang di daerah masing-masing.

Orang Sunda Unik

Hal tersebut demi lestarinya budaya yang kini harus berhadapan dengan kemajuan teknologi. Dengan kebiasaan ini, nantinya tak hanya budaya Sunda saja yang tetap lestari tetapi juga budaya lainnya di Indonesia.

Tidak Bisa Membedakan F dan P
Kebiasaan orang Sunda berikutnya mungkin hanya sebagai anekdot saja. Pasalnya, kebiasaan ini mungkin sudah jadi stereotip di mana orang Sunda tidak membedakan huruf F atau V dengan huruf P.

Nah, hal tersebut nyatanya bisa dijelaskan secara ilmiah mengapa orang Sunda sulit membedakan huruf F atau V. Penjelasan ini sendiri berkaitan dengan aksara Sunda yang menjadi dasar penjelasannya.

Dalam aksara Sunda, huruf F atau V sendiri tak ada pada kosakata bahasa Sunda. Walaupun akhirnya ada bentuk serapannya, hal tersebut tetap tak mengubah bunyi dan hanya berbeda pada penulisan saja.

Tradisi Sunatan Sisingaan

Kebiasaan orang Sunda terakhir adalah mendapatkan iring-iringan sisingaan saat sunatan. Tradisi memang termasuk salah satu tradisi yang sudah turun temurun dilakukan bahkan hingga saat ini. Baca Juga: Kebiasaan Orang Sunda

Upacara khitanan sendiri termasuk salah hal yang wajib dilakukan oleh seorang muslim. Nah, beberapa daerah memiliki tradisi yang berbeda dan Jawa Barat termasuk salah satu daerah yang memiliki tradisi tersebut.

Selain nantinya akan diiring keliling desa, kebanyakan orang Sunda pun akan disunat saat usia mereka masih sangat muda. Bahkan, beberapa di antaranya sudah disunat saat usia mereka belum menginjak satu tahun.

Comments

Tari Jawa Tengah

Melalui keberadaan Suku Sunda, citarasa budaya Jawa Barat menjadi cukup berbeda dengan wilayah lain di Pulau Jawa. Parahyangan atau Priangan sebagai pusat kebudayaan Sunda merupakan tempat lahir beragam kesenian, termasuk tari-tarian.

Di samping itu, produk budaya di Jawa Barat juga diperkaya oleh uniknya kebudayaan Cirebon. Secara geografis sangat memungkinkan persilangan budaya di wilayah ini. Selain dua kekuatan kultural, Jawa dan Sunda, akulturasi dengan budaya Arab, Cina dan India juga dimungkinkan.

Tari Jawa Tengah

Wayang Golek dan Angklung merupakan contoh seni identitas budaya Jawa Barat yang telah mendunia. Selain dua kesenian tersebut, kebudayaan Jawa Barat juga mencakup banyak tarian tradisional. Beberapa tari tradisional Jawa Barat telah tersaji dalam daftar di bawah ini. Baca Juga: Tari Tradisional Jawa Barat

Ketuk Tilu adalah tarian khas Jawa Barat yang di masa awal diduga kuat sebagai sarana ritual penyambutan panen padi. Seiring perkembangannya, banyak perubahan pada fungsi dan bentuknya hingga menjadi tarian pergaulan yang berfungsi hanya sebagai hiburan.

Perihal namanya, istilah Ketuk Tilu merujuk pada 3 buah ketuk (bonang) sebagai pengiring utama yang menghadirkan pola irama rebab. Ada juga dua kendang, indung (besar) dan kulanter (kecil) yang berfungsi mengatur dinamika tari dengan iringan kecrek dan gong.

Tari Jaipong adalah salah satu tarian daerah Jawa Barat yang cukup populer di Indonesia. Jaipongan merupakan gabungan dari Pencak Silat, Wayang Golek, Topeng Banjet, Tarian Ketuk Tilu serta beberapa elemen seni tradisi lain di Karawang, Jawa Barat. Baca Juga: Tari Sunda

Kesenian tari yang menjadi salah satu identitas kesenian Jawa Barat ini termasuk tari pergaulan tradisional. Sejak H. Suanda pada mengkreasikan tari ini pada kisaran 1976, tarian ini berkembang pesat seiring besarnya apresiasi masyarakat Karawang dan sekitarnya.

Tari ini termasuk dalam genre tari perang dengan filosofi yang cukup dalam bagi masyarakat Bungko, tentang totalitas kehidupan komunal yang demokratis. Tarian ini berkaitan dengan sejarah mereka yang berhasil mematahkan serangan dari pasukan Pangeran Pekik.

Tari Keurseus adalah tari tradisional Jawa Barat yang awalnya merupakan tari tayub yaitu tarian yang penarinya adalah para menak (pejabat). Penyususn tarian ini adalah R. Sambas Wirakoesoemah, lurah Rancaekek (Bandung) tahun 1915-1920 dan 1926-1935. Baca Juga: Tari Tradisional Sumatera Utara

Tari Tayub dulunya dilakukan oleh para penari yang terpengaruh minuman keras, sehingga mereka menari tanpa ada gerakan dasar. Dengan tujuan untuk menata budi para menak maka R. Sambas Wirakoesoemah mendirikan perguruan tari dan menyusun kembali tari tersebut.

Tari Buyung merupakan satu di antara tarian tradisional Jawa Barat yang biasanya tampil dalam memeriahkan upacara Seren Taun, upacara panen padi khas Jawa Barat. Tarian ini tercipta tahun 1969 oleh Emalia Djatikusumah, istri dari seorang sesepuh adat, Pangeran Djatikusumah.

Buyung merupakan istilah yang biasa untuk menyebut tempat air yang terbuat dari tanah liat. Dalam tarian ini, penari akan menari di atas kendi, sementara di kepalanya ada buyung yang tidak boleh sampai jatuh. Biasanya penarinya adalah 12 penari perempuan berkebaya. Baca Juga: Tari Tradisional Sumatera Tengah

Comments

Mengenal tari yang ada di Yogyakarta

Tari Serimpi merupakan Tarian yang cukup populer di Yogyakarta. Pada awalnya Tari Serimpi ini merupakan tarian yang begitu sakral dan hanya boleh ditampilkan di Lingkungan keraton saja sebagai acara ritual kenegaraan hingga acara peringatan nainya tahta sultan.

TarianSerimpi dimainkan oleh 4 penari wanita yang cantik dan anggun. Makna Serimpi sendiri ialah berasal dari kata impi(mimpi). Ciri khas dari tarian Serimpi ini ialah lambat dan lemah gemulai yang memberi makna kesopanan dan kelemahlembutan.

Mengenal tari yang ada di Yogyakarta

Tarian ini ditarikan oleh empat wanita cantik yang melambangkan empat unsur-unsur yang ada di dunia seperti Api (grama), Air (troya), Tanah (bumi, dan Udara (angin). Dan dari keempat penari tersebut memiliki nama-nama tersendiri antara lain, Batak, Gulu, Dhada dan Buncit.

Tarian Serimpi sendiri ini juga banyak sekali macamnya, antara lain Tari Serimpi Cina, Tari Serimpi Padhelori, Tari Serimpi Pistol, Tari Serimpi Merak Kasimpir, Tari Serimpi Renggawati, Tari Serimpi Pramugari, Tari Serimpi Sangopati, Tari Serimpi Anglirmendhung, dan Tari Serimpi Ludira Madu.

Tarian ini diambil dari serat Mahabrata yang menceritakan tentang peperangan antara Dewi Suradewati dan Dewi Srikandhi. Suradewati sendiri merupakan adik dari Prabhu Dasalengkara yang ingin menjadikan Dewi Siti Sendari sebagai istrinya, maka diutuslah Dewi Suradewati untuk melamarkan Prabu Dasalengkara.

Yang pada kenyataannya Dewi Siti Sendari sudah dijodohkan dengan Raden Abimanyu. Maka terjadilah perseterua antara suradewati dan Srikandhi yang membela Raden Abimanyu. Yang pada akhirnya kemenangan diraih oleh Dewi Serikandhi. Baca Juga : Ragam Tari Tunggal

Tarian daerah Yogyakarta berikut ini adalah tarian yang dipentasakan di lingkungan Keraton Yogyakarta. Tarian ini menceritakan Arjuna yang banyak diterpa godaan saat bertapa di Indrakila. Diantara godaan tersebut ialah dengan dikirimnya bidadari-bidadari cantik oleh Indra yang diperintahkan untuk menggoda Arjuna agar pertapaannya gagal.

Berkat keteguhan hati Arjuna, para bidadari pun gagal mengoda Arjuna dalam pertapaannya. Maka akhirnya Indra sendri yang datang menyamar sebagai seorang Brahmana yang tua renta. Mereka berdiskusi begitu lama hingga Indra pun menunjukan jati asli dirinya.

Kemudian setelah itu Arjuna mendapatkan tugas untuk membunuh Niwatakawaca (seorang raksasa) yang menganggu kahyangan. Dalam tugasnya itu Arjuna berhasil mengalahkan Niwatakawaca dan oleh para Dewa diberikan hadiah boleh menikahi tujuh bidadari tadi.

Tari ini dikenal juga dengan nama Golek Surung Dayung, Tarian ini menceritakan perempuan muda yang sangat memperhatikan penampilannya dan ingin selalu terlihat menarik. Ini terlihat dalam gerak-gerakan yang ada dalam tarian seperti gerakan mengenakan perhiasan, bercermin dan lain sebagainya.

Ciri khas dari tarian ini adalah adanya karakter kemayu dan genit. Pada awalnya tarian ini ditarikan oleh laki-laki yang berpostur tubuh kecil dan berwajah feminim, akan tetapi seiring perkembanannya tarian ini ditarikan oleh penari perempuan, bisa sendiri ataupun ditarikan secara berkelompok. Baca Juga: Jenis-jenis Tari Tunggal

 

Comments

Mengenal Tari Reog Ponorogo

Ki Ageng Kutu murka pada pemerintahan yang korup dari kerajaan, serta adanya pengaruh yang kuat dari isteri raja yang berasal dari Tiongkok. Ki Ageng Kutu kemudian meninggalkan kerajaan dan mendirikan perguruan bela diri yang mengajarkan ilmu kebal dan ilmu kesempurnaan pada anak – anak muda.

Ki Ageng Kutu berharap bahwa anak – anak ini yang kelak akan menjadi orang – orang yang bisa membangkitkan kejayaan Kerajaan Majapahit.

Tari Reog Ponorogo

Ki Ageng Kutu sebenarnya ingin berperang melawan Raja Kertabhumi dan pasukannya. Akan tetapi, ia sadar bahwa jumlah pasukannya terlalu kecil. Sehingga kemudian, pemberontakannya disampaikan melalui pertunjukan seni Reog, yang merupakan sindiran kepada Raja Kerabhumi dan Kerajaan Majapahit.

Namun, karena kepopuleran Ki Ageng Kutu dan Reog Ponorogo semakin berkembang, Raja Kertabhumi pun kemudian tahu bahwa tarian ini digunakan untuk menyindirnya. Akibatnya, alur cerita dari Reog Ponorogo pun diubah total dan ditambahkan karakter – karakter seperti Klono Sewandono, Dewi Songgolangit, dan Sri Genthayu.

Seiring berkembangnya Tari Reog Ponorogo, alur cerita resmi yang digunakaan hingga saat ini adalah cerita tentang Raja Klono dari Ponorogo yang berniat melamar Putri Kediri, Dewi Ragil Kuning. Namun, di tengah jalan ia dicegat oleh Raja Singo Barong dari Kediri.

Tari Reog Ponorogo memiliki fungsi yang penting bagi masyarakat Ponorogo. Tari ini berfungsi sebagai sarana hiburan, pemersatu masyarakat, ciri khas Kota Ponorogo, hingga sebagai daya tarik wisata Kota Ponorogo.

Karena itulah, hingga saat ini Tari Reog Ponorogo terus dilestarikan baik oleh pemerintah maupun masyarakat dari Kota Ponorogo sendiri sebagai salah satu identitasnya.

Comments

Tari Tradisional Jawa Tengah

Halo sobat UI, pada kesempatan kali ini saya akan mencoba untuk merekomendasikan sebuah link yang berisi ulasan tentang Seni tari Tradisional yang berasal dari Jawa Tengah. Baca Juga Artikel yang lainnya di : Mediasiana.iD

Tari Jawa Tengah

Jadi buat sobat UI yang hobi belajar tentang Seni Budaya maka dapat menyimak ulasan seni tarinya di link yang sudah saya siapkan dibawah ini!

Tari Tradisional Jawa Tengah

Comments

Mengenal Tari Berpasangan Indonesia

Setelah saya membahas tentang Tari Tunggal, maka pada kesempatakan kali ini saya akan membahas tari Berpasangan yang ada di Indonesia. Kita sudah tahu bersama bahwa kesenian budaya di Indonesia ini sangatlah beragam bahkan tak kalah adat istiadatnya, tarian tradisionalnya juga sangat beragam. Untuk itu, pada kesempatan kali ini saya akan mencoba untuk mengulas tari berpasangan.

Tari Berpasangan

Tari Berpasangan adalah suatu tarian yang dilakukan secara berpasang-pasangan antara laki-laki dan perempuan, biasanya tarian ini di bawakan oleh dua orang atau lebih yang jumlahnya genap. Nah, Tarian apa saja yang ada di Indonesia ini masuk dalam kategori tari berpasangan? yuk mari simak ulasannya berikut ini: Tari Berpasangan Indonesia

Comments

« Previous entries